Thursday, December 13, 2007

Gadis-Gadis Ayu Mangsa Kapak dan Batu

Puteri Amanda
Engkau bukan sekadar satu nama
Puteri Amanda
Engkau bagai muzik dalam pustaka hati yang sepi


Eva Natasha, gadis yang ku puja
Kau bagai bintang kejora, mempesona

Di balik selendang sembunyi nur kasihmu
Tersimpul hatimu hatiku satu
Persis Si Majnun menagih kasihnya Laila
Terbelah dunia tetap bersama


Tiara, menggamit kenangan zaman persekolahan
Tiara, ku mimpi kita bersanding atas kayangan
Seakan bisa ku sentuh peristiwa semalam
Di malam pesta engkau bisikkan
Kata azimat di telinga

Pelayaranku bersamamu Delaila
Membelah lautan asmara
Memburu mutiara cinta
Pelayaranku bersamamu Delaila
Menyatukan kita semula
Yang telah terpisah lama


Relakan cintamu Seri
Leburkanlah rinduku ini
Agar bisa ku menikmati
Belaian kasih yang sejati

Cinta untuk Nabila
Aku ciptakan sepanjang hidupku ini
Telah lama aku mencari
Ke mana menghilangnya puteri


Tiada syair indah, termampu ku ciptakan
Yang setanding indahnya
Belai kasihmu, Juwita

Shakila, indahnya namamu
Seindah syair purba lama tapi berharga
Shakila, anggunnya wajahmu
Tiada taranya, engkau ku cinta


Pinjamkan sinarmu Nur Nilam Sari
Buat ku merempuhi malam
Kabus berlabuh bagaikan awan
Mengaburi penglihatan

Isabella adalah kisah cinta dua dunia
Mengapa kita berjumpa namun akhirnya terpisah
Siang jadi hilang ditelan kegelapan malam
Alam yang terpisah melenyapkan sebuah kisah


Rozana, kau gadis idamanku
Dua hati jadi satu
Bila kita bertemu oh Rozana
Rozana, kau gadis idamanku
Bila kan sampainya waktu
Kasih kita bertemu dalam cinta
Rozana

Dahaga kasih padamu Aliaa tiada akhirnya
Dalam kepekatan malam kaulah bintang
Ku gapai jauh untuk ku sentuh
Namun bagiku hadirmu seminit menjadi penawar


Namamu teratas indah bercahaya Laila
Menerangi ruang hati bersama makna mimpi
Kesucianmu kembalikan semangatku
Mendampingi cintaku yang lalu

Gugusan hari-hari indah bersamamu Kamelia
Bangkitkan kembali rinduku mengajakmu ke sana
Ingin ku berlari mengejar seribu bayangmu Kamelia
Tak peduli kan ku terjang
Biarpun harus ku tembus padang ilalang


Di ambang Wati
Di dasar hati
Dan diri yang menyeru sumpahan
Sehangat nyawa bergelora

Sebagai satu kenangan
Ku ciptakan satu taman
Rashidah Utama
Sebuah kubur cinta


Rina, biar terpisah jiwa cinta
Tak mungkin terpisah sayang
Kembara jiwa di celahan mimpi
Mengharap kita kan bersama di sana

Asalnya memang dulu aku tak percaya
Sehingga aku jumpa Sakinah
Cinta boleh mencair segala
Biar keras bagai teras buana


Aku sanggup cabar sesiapa saja
Yang sempat memandang cahaya kau itu
Dan tidak tergoda (wajahmu)
Tersungkur jatuh (kasihmu)
Menuntut kasih Latifah (jiwamu)

Jesnita, kali pertama terpandang wajah
Terpegun aku dan terpesona
Dengan senyuman dan lirikanmu
Membuat aku telah jatuh cinta


Ku dambakan kita hidup bersama
Sepasang kekasih teman yang setia
Asalkan kau sudi ku kan bahagia
Kerna ku percaya
Jiwa kita satu tak terpisah
Julia

____________________________________________

Hohohoh.
Maafkanlah andai ada yang tak sepatutnye dikapak tapi terkapak jua.
Dahaga seh. Takpelah. Biarlah aku bermimpi buat seketika lagi.
Wassalamualaikum.

Tuesday, December 11, 2007

Sirap Bandung, Part 2


Kedai yang same. Gelas dia ade kemajuan sket, tapi bandung die plak yang tak cukup sifat. Hohohoh. 'Ceroi', bak kata org kampung aku. Aihh

Wednesday, December 05, 2007

XPDC - Selendang Merdeka

Selendang Merdeka

Ku tak risau atau sasau
Takut kalau untuk menjangkau
Ku tak jeran atau segan
Biar lawan gagah bak syaitan

Tujuh gunung, tujuh laut, tujuh rimba
Ku seberangi
Alam kosong, alam misal, alam khayal
Dah ku tinggalkan

Pahit maung, sirih pinang, kapur gambir
Habis ku kunyah
Ular sawa, cicak kubing, naga sakti
Aku tak gentar

Lepas mati, aku hidup
Hidup merdeka
Sini sana, sama saja
Aku sama, sama saja
Aku merdeka
Merdeka
Merdeka
Merdeka


Mantap seh lagu nih. Haibat2.